Jumat, 12 Februari 2010

MATI
         Kematian yang menimpa manusia adalah terputusnya dan keluarnya ruh dari jasad manusia. Tiap-tiap jiwa (yang bernyawa dan bernafas), baik yang beriman dan maupun kafir akan mengalami kematian. Hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. Ali Imran ayat 185. Dan Allah mencabut nyawa (ruh) seseorang melalui perantara malaikat Izrail dengan cara bberbeda-beda. Ada yang dicabutnya dengan keras penuh dengan kebencian dna kekejaman dan ada yang juga dicabutnya dengan penuh rasa kasihan dna sopan, secara pelan-pelan. Tentunya cara pencabutan nyawa ini ditentukan oleh amal baik dan buruk seseorang semasa hidup di dunia. So, kalo kita kepingin nyawa kita dicabut besok dengan cara yang pelan-pelan penuh kasihan, maka kita harus memperbanyak amal baik kita. Ya beribadah, bersedekah, sabar, dll........dan tidak korupsi.
         Karena apa? proses pencabutan nyawa oleh malaikat (sakaratul maut), meski dengan cara yang pelan-pelan penuh kasihan dan kesopanan, jasad manusia tetap merasakan sakit. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abid Dunya bahwa sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan dengan pedang. Hmmmm.......lalu bagaimana lagi ya rasanya pencabutan nyawa bagi kita-kita yang ahli maksiat dan jauh dari tuntunan agama........
        Dalam sebuah hadits diterangkan, dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Aisyah, sesungguhnya kepedihan yang sangat atas diri mayat adalah ketika orang-orang yang memandikan sudah masuk ke rumah hendak memandikannya. Lalu mereka lepas cincin mayat muda dari jari-jarinya, mereka melepas baju pengantin dari badannya dan melepaskan serban-serban para guru ahli fiqih dari kepalanya untuk segera dimandikan. Maka di saat melihat mayat dalam keadaan telanjang itulah ruh berseru dengan suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dna manusia. Lalu ruh itu berkata: Wahai orang-orang yang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu, agar kamu lepaskan pakaian-pakaianku ini dengan lemah lembut karena sesungguhnya waktu ini aku telah istirahat akibat kesakitan pencabutan oleh malaikat Izrail. Dan ketika ir disiramkan kepadanya, dia berkata: Demi Allah, orang-orang yang memandikan, jangan kau siramkan airmu yang panas, jangan pula kau jadikan air itu terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, karena tubuhku telah terbakar dari pencabutan ruh. Dan ketika mereka memandikan mayat, maka berkatalah mayat: Demi Allah, wahai orang-orang yang memandikan mayat, maka janganlah kau pegang kuat-kuat, karena tubuhku sangat terluka lantaran pencabutan ruh. Dan apabila telah selesai dimandikan, kemudian diletakkan dalam kain kafan dan diikat di arah kedua kakinya, maka ruh itu berkata: Wahai orang-orang yang memandikan, janganlah kau ikat kain kafan kepalaku sehingga aku dapat melihat istriku , anak-anakku dan kerabat-kerabatku. Karena inilah saat terakhir melihat mereka hingga datang hari kiamat. Dst........
          Teman, meski kita cantik atau tampan, meski kita mempunyai harta yang melimpah, koleksi barang-barang bagus yang lengkap, memakai mahkota berlian, dll.........kita tetap harus melakukan kewajiban kita kepada Allah SWT dan sesama makhluk. Karena jiga kita sudah meninggal dunia, semua yang kita miliki tidak akan ikut dikuburkan bersama kita. Semuanya akan terlepas dan tinggal jasad kita terkubur sendiri di dalam tanah, bahkan mungkin ditemani hewan-hewan tanah. So, teman......kira-kira apa yang akan kamu lakukan setelah ini?????